Rekaman CCTV Keburu Terhapus? Begini Cara Menghitung Kapasitas Penyimpanan yang Tepat

September 03, 2026

Kapasitas rekaman CCTV.jpg

Kapasitas penyimpanan CCTV dihitung dari total bitrate kamera × durasi perekaman per hari × jumlah hari penyimpanan, kemudian hasilnya dikonversi dari bit menjadi byte. Sebelum menghitung, tentukan target retensi, kelompok kamera, bitrate setiap kelompok, dan metode perekamannya. Setelah itu, tambahkan ruang cadangan serta periksa kapasitas efektif dan kemampuan NVR agar rekaman tidak terhapus lebih cepat dari kebutuhan. 

Rekaman CCTV yang terhapus terlalu cepat biasanya terjadi karena kebutuhan penyimpanan hanya dihitung dari kapasitas hard disk, bukan dari kebutuhan retensi setiap area. Padahal, perusahaan sering membutuhkan rekaman untuk pemeriksaan insiden, audit internal, bukti operasional, atau evaluasi keamanan beberapa hari setelah kejadian.

Artikel ini membahas cara menghitung kapasitas penyimpanan CCTV dari target lama penyimpanan, jumlah kamera, bitrate, durasi perekaman, kapasitas efektif, kemampuan NVR, hingga pengujian setelah sistem berjalan.

Catatan: Perhitungan dalam artikel ini digunakan sebagai panduan awal. Kapasitas akhir tetap perlu disesuaikan dengan bitrate aktual kamera, konfigurasi NVR, metode perekaman, RAID, kapasitas efektif hard disk, dan hasil pengujian di lokasi.

Tentukan Berapa Lama Rekaman CCTV Harus Tersedia

Target lama penyimpanan atau retensi rekaman CCTV sebaiknya ditentukan dari kebutuhan pemeriksaan insiden, bukan hanya mengikuti kapasitas hard disk yang tersedia. Area dengan risiko berbeda dapat membutuhkan masa simpan yang berbeda pula.

Bedakan Target Retensi Berdasarkan Risiko Area

Gunakan checklist berikut untuk menentukan prioritas penyimpanan setiap kamera:

  • Lokasi atau area kamera.
  • Jenis risiko yang dipantau.
  • Perkiraan waktu insiden diketahui.
  • Kebutuhan pemeriksaan internal.
  • Target lama penyimpanan.
  • Tingkat prioritas rekaman.

Dengan cara ini, perusahaan dapat menentukan kamera mana yang membutuhkan retensi lebih panjang dan kamera mana yang cukup disimpan lebih singkat.

Kelompokkan Kamera Berdasarkan Konfigurasi Rekamannya

Kamera CCTV tidak harus dihitung dengan satu asumsi yang sama. Setiap kelompok kamera dapat memiliki resolusi, frame rate, bitrate, format kompresi, dan metode perekaman yang berbeda.

1. Catat Jumlah Kamera pada Setiap Kelompok

Kelompokkan kamera berdasarkan area dan konfigurasi agar perhitungan storage lebih akurat. Cara ini juga memudahkan pembaruan ketika perusahaan menambah kamera atau mengubah pengaturan rekaman.

2. Gunakan Bitrate Aktual, Bukan Resolusi Saja

Kebutuhan penyimpanan rekaman CCTV ditentukan oleh bitrate data yang direkam. Resolusi tetap penting, tetapi tidak cukup sebagai dasar perhitungan karena frame rate, codec, kualitas gambar, dan aktivitas di area kamera juga memengaruhi bitrate.

Kelompok Kamera

Jumlah Kamera

Resolusi

Frame Rate

Kompresi

Bitrate per Kamera

Total Bitrate

Target Retensi

Pintu masuk

4

4MP

15 fps

  1. 265

4 Mbps

16 Mbps

30 hari

Gudang

6

4MP

15 fps

  1. 265

3 Mbps

18 Mbps

30 hari

Area pendukung

8

2MP

10 fps

  1. 265

2 Mbps

16 Mbps

14 hari

Metode perekaman.jpg

Tentukan Durasi dan Metode Perekaman Setiap Kamera

Durasi dan metode perekaman sangat memengaruhi kapasitas hard disk CCTV. Kamera yang merekam 24 jam penuh tentu membutuhkan storage lebih besar dibandingkan kamera yang hanya merekam pada jadwal tertentu.

1. Continuous Recording untuk Area yang Harus Terpantau Setiap Saat

Continuous recording cocok untuk area kritis seperti perimeter, gudang, pintu utama, ruang aset, atau area kasir. Metode ini memberikan rangkaian kejadian yang lebih lengkap, tetapi membutuhkan kapasitas lebih besar.

2. Scheduled Recording untuk Waktu Operasional Tertentu

Scheduled recording dapat digunakan jika pengawasan hanya diperlukan pada jam operasional tertentu. Menurut informasi ACTi Windows NVR, sistem NVR mendukung scheduled recording dan event triggered recording, sehingga metode perekaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengawasan.

3. Event-Based Recording untuk Area dengan Aktivitas Terbatas

Event-based recording merekam saat ada kejadian tertentu, seperti gerakan atau alarm. Metode ini dapat membantu menghemat storage, tetapi hasilnya sangat bergantung pada frekuensi aktivitas dan konfigurasi sistem. Karena itu, jangan memakai persentase penghematan yang sama untuk semua lokasi.

Hitung Kapasitas Penyimpanan dengan Total Bitrate

Cara menghitung kapasitas penyimpanan CCTV paling aman dimulai dari total bitrate kamera, lalu dikalikan dengan durasi perekaman dan target retensi. Hasil awal ini menjadi estimasi dasar sebelum disesuaikan dengan kapasitas efektif dan konfigurasi NVR.

Gunakan rumus dasar berikut:

Kapasitas = total bitrate × 3.600 detik × jam perekaman per hari × jumlah hari ÷ 8

Angka 3.600 digunakan untuk mengubah jam menjadi detik, sedangkan pembagian 8 digunakan untuk mengubah bit menjadi byte. Setelah itu, hasilnya dapat dikonversi ke GB atau TB dengan satuan yang konsisten.

1. Hitung Total Bitrate Seluruh Kamera

Kalikan bitrate per kamera dengan jumlah kamera pada setiap kelompok. Setelah itu, jumlahkan seluruh kelompok untuk mengetahui total bitrate sistem.

Kelompok

Total Bitrate

Jam Rekam/Hari

Retensi

Estimasi Dasar

Pintu masuk

16 Mbps

24 jam

30 hari

±5,18 TB

Gudang

18 Mbps

24 jam

30 hari

±5,83 TB

Area pendukung

16 Mbps

12 jam

14 hari

±1,21 TB

2. Masukkan Jam Perekaman dan Target Retensi

Kamera yang hanya merekam 12 jam per hari tidak boleh dihitung seperti kamera continuous 24 jam. Sesuaikan durasi perekaman agar estimasi tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

3. Jumlahkan Kebutuhan dari Seluruh Kelompok Kamera

Dari contoh di atas, kebutuhan dasar penyimpanan adalah sekitar 12,22 TB. Angka ini hanya contoh alur perhitungan, bukan rekomendasi kapasitas untuk seluruh proyek. Gunakan bitrate dan durasi aktual dari sistem yang digunakan.

Kapasitas ruang cadangan CCTV.jpg

Sesuaikan Hasil dengan Kapasitas Efektif dan Ruang Cadangan

Hasil rumus masih berupa estimasi dasar. Sebelum memilih kapasitas hard disk CCTV, perusahaan perlu menghitung kapasitas efektif, ruang sistem, cadangan, dan dampak konfigurasi RAID.

1. Perhitungkan Ruang yang Tidak Digunakan untuk Rekaman

Sebagian kapasitas dapat digunakan untuk sistem, indeks rekaman, metadata, atau proses pengelolaan lainnya. Karena itu, kapasitas tertulis pada hard disk belum tentu sama dengan kapasitas yang benar-benar tersedia untuk rekaman.

2. Sediakan Ruang untuk Perubahan Aktivitas dan Konfigurasi

Tambahkan ruang cadangan agar perubahan bitrate, peningkatan aktivitas, atau penambahan kamera tidak langsung memperpendek retensi rekaman CCTV. Ruang cadangan juga membantu ketika konfigurasi kamera berubah setelah sistem berjalan.

3. Perhitungkan Dampak Konfigurasi RAID

ACTi menjelaskan bahwa storage surveillance bersifat continuous, write-heavy, dan biasanya dirancang untuk retensi panjang. ACTi juga menjelaskan bahwa RAID dapat membantu menjaga ketersediaan dan performa, tetapi kapasitas usable berbeda tergantung level RAID dan jumlah disk.

Karena itu, jangan langsung menyamakan kapasitas total hard disk dengan kapasitas rekaman. Konfigurasi RAID perlu dipilih berdasarkan jumlah disk, kebutuhan redundansi, dan tingkat risiko proyek.

Pastikan NVR Mampu Menangani Konfigurasi yang Dibutuhkan

Hard disk besar tidak otomatis membuat sistem CCTV mampu merekam semua kamera dengan benar. NVR tetap harus mendukung jumlah channel, total bitrate, slot hard disk, dan format video yang digunakan.

1. Jumlah Channel Kamera

Pastikan kapasitas NVR mencakup seluruh kamera aktif dan rencana penambahan kamera. Jika saat ini ada 32 kamera tetapi proyek akan berkembang menjadi 48 kamera, kebutuhan ekspansi perlu dihitung sejak awal.

2. Batas Incoming Bandwidth atau Recording Throughput

Bandingkan total bitrate kamera dengan kemampuan NVR menerima dan merekam stream video secara bersamaan. Jika total bitrate lebih besar dari kemampuan NVR, sebagian rekaman berisiko tidak stabil.

3. Jumlah Slot dan Kapasitas Maksimal Hard Disk

Periksa jumlah bay hard disk, kapasitas maksimal per disk, dukungan ekspansi, dan konfigurasi penyimpanan. Hal ini penting karena kebutuhan retensi tidak selalu bisa diselesaikan hanya dengan mengganti satu hard disk.

4. Kompatibilitas Kamera dan Format Kompresi

NVR perlu mendukung resolusi, codec, frame rate, dan fitur rekaman dari kamera yang digunakan. Setelah kemampuan perangkat diperiksa, perusahaan dapat melihat pilihan solusi smart surveillance ACTi yang sesuai dengan kebutuhan pengawasan dan penyimpanan.

Uji Lama Penyimpanan setelah Sistem Berjalan

Setelah sistem berjalan, target retensi harus dibandingkan dengan rekaman tertua yang benar-benar tersedia. Pengujian ini memastikan penyimpanan rekaman CCTV perusahaan bekerja sesuai kebutuhan, bukan hanya sesuai estimasi awal.

1. Periksa Rekaman Tertua Secara Berkala

Cek tanggal rekaman paling lama pada beberapa kamera prioritas. Jika targetnya 30 hari, rekaman tertua seharusnya mendekati atau mencapai periode tersebut.

2. Evaluasi Kamera yang Menghabiskan Storage Lebih Besar

Beberapa kamera dapat memakai storage lebih besar karena bitrate tinggi, area sangat ramai, atau pengaturan kualitas terlalu besar. Evaluasi pengaturannya tanpa mengurangi detail penting yang dibutuhkan untuk pemeriksaan.

3. Uji Proses Pencarian dan Ekspor Rekaman

Rekaman tidak cukup hanya tersimpan. File juga harus bisa ditemukan, diputar, dan diekspor saat diperlukan.

  • Tanggal rekaman paling lama.
  • Kamera yang diuji.
  • Rekaman dapat diputar.
  • Waktu rekaman sesuai.
  • Kualitas gambar masih memadai.
  • File dapat diekspor.
  • Hasil ekspor dapat dibuka.
  • Target retensi tercapai.

FAQ Tentang Kapasitas Penyimpanan CCTV 

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat perusahaan menghitung kapasitas penyimpanan CCTV dan menentukan perangkat perekam yang sesuai.

1. Apakah Resolusi Kamera yang Lebih Tinggi Selalu Membutuhkan Storage Lebih Besar?

Tidak selalu. Resolusi tinggi dapat meningkatkan kebutuhan storage, tetapi kapasitas akhir tetap dipengaruhi bitrate, frame rate, codec, durasi rekaman, dan kompleksitas gambar di area kamera.

2. Apakah Semua Kamera Harus Memiliki Masa Penyimpanan yang Sama?

Tidak harus. Retensi dapat dibedakan berdasarkan risiko dan kebutuhan setiap area, selama sistem perekaman mendukung pengaturan tersebut.

3. Apakah Perekaman Berdasarkan Gerakan Cocok untuk Semua Lokasi?

Tidak selalu. Area kritis mungkin tetap membutuhkan continuous recording agar rangkaian kejadian sebelum dan sesudah insiden tidak hilang.

4. Mengapa Rekaman CCTV Terhapus Secara Otomatis?

Rekaman biasanya terhapus karena sistem melakukan overwrite, yaitu mengganti rekaman lama dengan rekaman baru ketika kapasitas penyimpanan sudah mencapai batas.

5. Apakah Menambah Hard Disk Selalu Cukup untuk Memperpanjang Retensi?

Belum tentu. Periksa dulu dukungan kapasitas NVR, jumlah slot, throughput perekaman, konfigurasi RAID, dan kompatibilitas perangkat sebelum menambah hard disk.

Kesimpulan

Cara menghitung kapasitas penyimpanan CCTV sebaiknya dimulai dari target retensi setiap area, bukan dari hard disk yang tersedia. Setelah itu, kelompokkan kamera, hitung total bitrate, masukkan durasi perekaman, lalu sesuaikan hasilnya dengan kapasitas efektif, RAID, dan kemampuan NVR.

Jika rekaman area penting harus tersedia lebih lama, prioritaskan retensi pada kamera yang memantau pintu masuk, kasir, gudang, perimeter, atau ruang aset. Jika kapasitas dasar sudah dihitung tetapi hasil aktual lebih pendek, evaluasi bitrate, metode perekaman, kapasitas efektif, dan channel yang memakai storage terbesar.

Pastikan Rekaman Penting Tidak Terhapus Lebih Cepat dari Kebutuhan

Jika perusahaan Anda perlu memastikan rekaman dari setiap area tersimpan dalam durasi yang sesuai, konsultasikan jumlah kamera, konfigurasi perekaman, dan target retensinya kepada PT Bolamas Indah Nusantara. Tim Bolamas dapat membantu menentukan solusi smart surveillance ACTi, perangkat perekam, serta kapasitas penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

PT. BOLAMAS INDAH NUSANTARA

Address:
INTILAND TOWER OFFICE SUITES LEVEL 3
Jl. Panglima Sudirman Kav 101-103, Surabaya Pusat 60271 - Indonesia
Email:
info@bolamas.net
bolamas@indo.net.id
Logo WA.jpeg

 

Referensi